Categories
Movie Reviews

SERTA MULIA (Short Movie Review) : Befriending Our Monster Within

Home » All Articles » Movie Reviews » SERTA MULIA (Short Movie Review) : Befriending Our Monster Within

Awal tahun ini, Sal Priadi mengeluarkan karya lagu berjudul ‘Serta mulia’. Dengan video klip yang super sederhana (kaya dibikin pake PPT doang), lagu ini berhasil menjadi favorit para pendengarnya. 

Nah sekarang, awal bulan September 2021, Sal Priadi kembali muncul dengan film “Serta Mulia”. Tidak seperti video klip aslinya yang sederhana, film pendek ini memiliki banyak kejutan visual.

SINOPSIS FILM (SPOILER ALERT!)

Dibuka dengan kemunculan Ryan Adriandhy yang tampak sedang kesulitan mencari kerja, akhirnya mendarat di café milik Sal Priadi. Ryan melamar untuk menjadi pegawai yang sekaligus komika yang akan manggung di malam tertentu untuk menghibur pengunjung café. Ternyata Ryan tidak sendiri, dia akan bekerja bersama seorang wanita dari negeri tetangga, Din (Januarizen). Din tampak pemarah dan tidak bersahabat, membuat Ryan ragu untuk bekerja bersama dengannya.

Ketika Ryan mencoba naik panggung dan melucu, materi lawakannya ternyata cenderung garing dan membuat tidak nyaman. Tapi, tidak disangka-sangka, Din malah tertawa. Cerita kemudian berlanjut sesuai dengan ekspektasi penonton, namun dikemas dengan cara yang halus dan rapi, sehingga tidak membosankan. Akting para pemainnya pun sesuai dengan alur cerita film, natural dengan sedikit bumbu komedi.

PENILAIAN FILM

Tim Retina lumayan enjoy dan menyukai film “Serta Mulia”. Berikut penilaian masing-masing dari kami:

OVERALL RATING : 8.5/10

Nisa : 9/10

Kalau nggak ada Din, mungkin aku nggak akan suka dengan cerita yang biasa-biasa saja ini. Tapi akting Ryan bisa mengimbangi Din yang sulit berekspresi, membuat film ini jadi terasa hidup. Kalau bisa, pengen sih melihat mereka berdua akting pas siang hari, soalnya filmnya gelap banget. 

Regina: 8.5/10

Cerita menarik yang dikemas dalam waktu yang singkat. Alur ceritanya menarik, dan ada beberapa scene yang memang unexpected. Kedatangan Din sang monster membuat cerita pendek ini berbeda dari cerita lainnya. Terkesan aneh, tapi memberikan makna cukup dalam bagi penontonnya. Jujur deh, nilai yang ingin disampaikan kali ini cukup relate dengan situasi relationship di masa sekarang. Bravo~

Widhy: 8/10

Pertama mengira filmnya hanya berisi standup comedy gitu tapi ketika sosok Din masuk seketika tidak bisa menebak akan bagaimana kelanjutanya dan semakin tertarik untuk melanjukan. Film dengan durasi 15 menit ini cukup enjoy ditonton, namun untuk sinematografinya ruang lingkupnya sangat terbatas hanya pada satu tempat sehingga sedikit monoton.

Tiffany: 8.5/10

Awalnya sempat merasa bosan di awal apalagi pas stand up comedinya Ryan — ini mau dibawa kemana ya? Tapi little did I know, pas Din keluar dan dinamika hubungan Ryan dan Din mulai diceritakan, I totally love it, especially ketika Din menyemburkan api sebagai bentuk pertunjukkan di panggung – hahaha, it’s quite cool! Makna dari film ini juga sangat menyentuh, bagus dan realistis. It’s not always rose tinted glasses.

ELEMEN DI FILM YANG DISUKAI

1. Tema yang diangkat sangatlah unik

Ada 2 tema yang menjadi highlight di film “Serta Mulia” ini, yaitu:

Source: Youtube “Serta Mulia” Short movie.
  1. Don’t judge the book by its cover
    1. Ketika Din hadir untuk dikenalkan ke Ryan di awal film, ini membuat kita sedikit tercengang. Banyak pertanyaan seperti, mengapa si boss mau mempekerjakan Din yang mangobrak-abrik kursi dan terlihat kasar? Tubuh Din pendek, muka tidak cantik dan kasar – apakah bisa menjadi pegawai cafe yang baik? 

Pas scene disini, terlihat keunikan cerita dimana sang boss sangat mengapresiasi Din bekerja di cafenya dan mengutarakannya ke Ryan yang masi bengong dengan diperkenalkannya Din sebagai partner kerja di cafe. 

Dan seiring dengan laju cerita, kita baru mulai memahami poin-poin bagus yang ingin disampaikan penulis bahwa Din meski tidak berparas cantik dan normal, namun memiliki kualitas kepribadian yang baik lho!

  1. Terkadang, kehidupan memberikan kita monster-monster yang memang sebenarnya kita perlukan untuk bertumbuh. Kita tidak bisa selamanya bersembunyi dan menghindar darinya.

Poin mengenai “face your monster within” ini sangatlah bermakna, dimana topik ini masih sangat jarang sekali diangkat menurut kita. Sebagai manusia, kita pastilah sangat prone untuk menghindar dari kesulitan (maunya yang gampang dan enak saja), sehingga ini membuat banyak dari kita itu suka tutup mata dan menghindar dari inti permasalahan (monster yang takut kita hadapi) dalam diri yang sebenarnya perlu dihadapi! 

Disini Ryan berkacamata terhadap dirinya sendiri setelah berteman dengan Din dan berkata di akhir scene:

“Kita semua punya monsternya masing-masing dan hidup terlalu singkat buat kita terus berlari dan menjauh dari monster itu. Hadapin aja, karena mungkin emang monster itu yang kita butuhin.”

What a closing statement!

2. Soundtrack lagu yang sangat humble – cocok dikirimkan untuk pasangan nih 🙂

Bagi yang belum mengecek soundtrack lagu “Serta Mulia”, please check it out! Lagu yang sangat merendahkan hati dimana menceritakan seseorang yang hanya apa adanya dibandingkan dengan jutaan milyaran orang sukses lainnya. Namun, orang ini bisa memberikan kebahagiaan terhadap orang atau pasangannya.

3. Visual delivery yang bagus dan membuat kami lumayan in awe.

Source: Youtube “Serta Mulia” Short movie.

Di awal scene Din keluar, kita sudah lumayan cukup tercengang dengan makeovernya Din, keren banget, jarang kita temui efek make up yang menyeluruh yang lumayan natural ya di film Indonesia – ungu semua dan quite detailed. Trus satu hal lagi yang membuat kami sangat kagum adalah, efek CGI pada special ability Din, seperti semburan api dan kemampuan Din untuk menyembuhkan luka Ryan.

Source: Youtube “Serta Mulia” Short movie.

4. Pace alur yang tidak kelamaan dan kecepatan dalam penyajian masalah/ tension.

Karena dikemas dalam short film, pace film Serta Mulia ini tidak draggy dalam penyajian inti cerita. Awalnya sedikit bosan, namun memang diperlukan untuk mensetup nuansa dan mood dari inti cerita yang akan disajikan. Misalnya, awal-awal kita merasa agak kenapa sih stand up comedynya Ryan soal sosis dan how it is unhealthy. Tapi di akhir cerita, the dots are connected ketika Ryan menjelaskan soal nugget yang “feel free to be unhealthy – it’s okay, it’s your choice, chemotherapy is advanced now juga”

5. Alur cerita yang tidak terprediksi

Kebanyakan dari kita berpikiran bahwa mungkin nanti di akhir cerita, Din akan berubah bak sihir, menjadi wanita cantik (quote Beauty and the Beast), namun rupanya kita salah, cerita malah menyajikan Din apa adanya beserta kualitas baik dan buruknya yang kita rasa sangat real dan resonate dengan kehidupan kita masing-masing.

__________________________________

Source: Youtube “Serta Mulia” Short movie.

So, in summary guys, WE ENJOYED THE SHORT FILM “Serta Mulia”. We hope you enjoy our review! Feel free to share with us what you think below!

By Retina's writer

Meliput Dunia Perfilman Indonesia via Data Storytelling & Visualisation

View Archive

Leave a Reply

Your email address will not be published.