Categories
Movie Reviews

(REVIEW FILM) ALI & RATU-RATU QUEENS

Home » All Articles » Movie Reviews » (REVIEW FILM) ALI & RATU-RATU QUEENS

WORTH TO WATCH, NGGAK?

PERHATIAN! Artikel ini mengandung sebagian spoiler cerita.

Poster official Ali & Ratu-Ratu Queen
Poster Official ARRQ, sumber: akun Instagram Palari Film

Setelah penantian panjang, akhirnya film Ali & Ratu Ratu Queens bisa ditonton di Netflix. Film ARRQ sebenarnya direncanakan untuk tayang tahun lalu di bioskop, namun karena pandemi, proses pengerjaan film ini harus tertunda. Film ini disutradarai oleh Lucky Kuswandi yang pernahterlibat di film ‘Selamat Pagi, Malam’ dan ‘Galih & Ratna’. Dengan kisah yang mengangkat drama keluarga, film ini ditulis oleh Gina S. Noer yang juga menulis naskah untuk ‘Keluarga Cemara’ dan ‘Dua Garis Biru’ 

RECAP CERITA

Kisah ini menceritakan Ali yang ditinggal Ibunya ke New York mengejar cita-cita. Ali tumbuh sambil terus menanti ibunya pulang, tanpa mengetahui kabar apapun dari Ibunya. Setelah menemukan fakta kalau ternyata sang Ibu pernah mengirim tiket menyusul tinggal di New York, Ali dengan nekad segera pergi meskipun harus melawan seluruh keluarga besarnya.

Para Ratu-Ratu Queens
Sumber: Trailer resmi ARRQ

Mengikuti alamat asal surat Ibunya, Ali sampai di sebuah apartemen yang ditinggali oleh empat orang imigran Indonesia yang memanggil diri mereka ‘Ratu-Ratu Queens’. Salah seorang dari mereka, Party, mengaku adalah teman lama dari ibunya Ali. Sementara sisanya mengaku tidak mengenal Ibunya, tapi tetap mengizinkan Ali untuk tinggal bersama mereka selama ia mencari sang ibu.

Ali berhasil bertemu dengan Ibunya, tapi ternyata situasi yang harus dia hadapi jauh lebih rumit daripada yang ia pikirkan. Disinilah peran Ratu-Ratu Queens hadir untuk memberikan nilai-nilai yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya.

Karakter

Tokoh Ali diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, yang sukses melepas karakter Dilan yang pecicilan dan Mince yang cerdik di film sebelumnya. Peran Ali di film ini sangat polos dan cenderung denial dengan masalah yang dihadapi. Hal ini terlihat dari sikapnya penurut meskipun kadang keras kepala dalam mempertahankan keputusannya.

Ali & Ratu Ratu Queens Iqbaal dan Marissa Anita
sumber: akun Instagram Palari Film

Tokoh sang ibu yang telah lama hilang diperankan dengan baik oleh Marissa Anita. Karakter yang ia berikan cukup beragam, dari pribadi periang dan penuh mimpi di awal, hingga Ibu yang kaku karena dibayangi oleh kesalahan masa lalu. Selain itu, ada karakter Ratu-Ratu Queens yang memberikan warna. Nirina Zubir memerankan Party yang memberikan sosok keibuan di kelompoknya, Tika Panggabean memerankan Ance yang galak, Happy Salma yang memerankan sosok Chinta yang lembut dan unik, hingga Asri Welas yang memerankan Biyah, karakter yang nekat dan barbar.

Iqbaal Ramadhan & Bayu Skak di scene Ali & Ratu-Ratu Queens
Sumber: Teaser resmi ARRQ
Aurora Ribero di film Ali & Ratu-Ratu Queens
Sumber: Teaser resmi ARRQ

Tidak lupa kedua sosok yang menjadi teman sebaya Ali. Pertama adalah Eva (Aurora Ribero) yang merupakan anak dari Ance, dan Zoopunk (Bayu Skak), sepupu Ali yang menjadi tempat ia bercerita lepas.

Sinematografi

Scene ARRQ

Style yang digunakan dalam penceritaannya cukup unik, karena menggabungkan animasi oleh Pinot, seorang animator Indonesia yang bekerja di New York. Animasi ini kemudian menjadi bagian dari ciri karakter Ali yang kadang hanya bisa mengeluarkan pendapatnya lewat karya film dan animasi kecilnya.

Pengambilan beberapa scene juga tampak indah dan hangat, memberikan kesan kalau ini adalah cerita keluarga. sementara penggambaran kota New York di film ini tidak seperti film-film Hollywood yang menunjukan sisi ramai dan sophisticated kota tersebut. Film ini mengambil New York dari sisi yang lebih unik karena keinginan sang Sutradara untuk mengambil image New York dari para mata imigran Indonesia. 

Jalanan New York di Ali & Ratu-Ratu Queens
Sumber: Teaser resmi ARRQ

Soundtrack

Hal yang menjadi sorotan di film ini juga Soundtracknya. Tim ARRQ bisa menggunakan lagu dari artis Internasional seperti HONNE (Location Unknown) dan Billie Eilish (i love you). Selain dengan musik Internasional, musik lokal yang terdengar bisa disandingkan lintas generasi. seperti lagu ‘Khayalan’ dari The Groove yang diproduksi awal tahun 2000an, dapat diputar bersama lagu-lagu dari musisi lokal seperti Matter halo (Runaway Light), Teddy Adhitya (Why Would I Be), dan Ify Alyssa (Sisa Hari). Tidak lupa ada lagu Never Look Back dari Aurora Ribero yang memang dibuat untuk OST ARRQ dan lagu dari Svmmerdose yang belum resmi dikeluarkan di layanan streaming musik.

Netflix juga sudah membuat playlist resmi, loh! Bisa ditengok disini:

Meskipun tema yang diangkat cukup berat, film ini masuk ke genre “drama Comedy”, yang membuat alur penceritaannya jadi serba tanggung. Alurnya cukup mudah ditebak dan cenderung menjual mimpi, namun karena risetnya yang baik, banyak penonton yang merasa relate dengan film ini.

Tentunya review dari para pemirsa beragam, jika kalian sudah nonton filmnya, jangan lupa buat tulis pendapat kalian pada kolom, ya!

Cast ARRQ
Para pemain ARRQ bersama Sutradara. Sumber: akun Instagram Palari Film

Pendapat Retinareview.id

2 replies on “(REVIEW FILM) ALI & RATU-RATU QUEENS”

Keren banget reviewnya ada playlist soundtracknya juga. Jadi penasaran banget buat nonton A&RRQ! Skornya 7.9 berati boleh banget nih masuk list tontonan minggu ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *