Categories
Movie Reviews

Pesan Di Balik Awan (Movie Review) : Mencari Jodoh melalui Surat & Balon

Home » All Articles » Movie Reviews » Pesan Di Balik Awan (Movie Review) : Mencari Jodoh melalui Surat & Balon

(SPOILER ALERT) Sinopsis Cerita 

Kirana seorang digital marketer yang diperankan oleh Hanggini  adalah seorang sosok wanita karir yang sangat suka semua hal di kehidupan dia tertata dengan rapi. Mulai dari karir hingga umur kapan dia mau menikah. Nah, cerita bermula dari dimana Kirana setelah diputusin oleh pacarnya, langsung panik karena usianya yang tidak lagi muda (off schedule). Kakaknya, diperankan oleh Girindra Kara kemudian menggodanya dan men- challenge Kirana untuk segera mencari pacar lewat aplikasi bila ia ingin menikah tahun depan. Alih-alih mendengarkannya, Kirana pun bersiasat untuk menerbangkan sebuah balon yang berisi surat. Seperti yang sudah diperlihatkan di trailer, surat itu berlabuh ke Awan (Refal Hady) yang tampan dan ramah.

Opini Tim Retina

ALUR CERITA

Alur cerita film “Pesan di Balik Awan” ini cenderung dapat ditebak dan sederhana. Karakter kedua tokoh utama dibuat seakan-akan profesional dan perfectionis, tapi justru tidak meyakinkan. Meski ceritanya cukup simple dan menarik, tapi dalam eksekusi secara overall cinematografi, soundtrack dan pemaparan konflik masih kurang kuat dalam penyampaian.

ADEGAN KONFLIK KURANG NENDANG

Delivery konflik yang seharusnya menjadi bumbu dalam cerita, tidak terlalu berasa kuat di film ini. Hal ini bisa dilihat dari beberapa adegan seperti:

  •  Sebelum ke permasalahan inti, kisah pendekatan Kirana dan Awan sangat awkward dan chemistry pun terlihat biasa saja. “Nggak kerasa deg-degan atau bikin kita senyum-senyum” kata salah satu personal tim Retina. Padahal kalau dipikir-pikir, banyak hal-hal yang gak biasa terjadi di cerita ini, seperti mengajak date yang kaku dan agak maksa sampai Kirana tahu bahwa Awan adalah seorang duda. Emotional rollercoaster-nya lancar, datar aja – tidak ada luapan emosi. Kurang bisa menyalurkan suasananya, bahkan bisa dibilang ceritanya terlalu berangan-angan.
  • Karakter Kirana juga terasa sangat polos (childish) dan di suatu sisi membuat kita tidak mengerti mengapa dia berusaha memberi tantangan-tantangan aneh kepada Awan yang baru ia temui. Like Why? Apakah karena ego dia yang ditantang oleh sang Kakak yang membuat dia langsung mau menyudahi hubungan dengan Awan? Bukannya dia mencari pasangan ya, karena mau nikah secepatnya?
  • Sementara karakter Awan, menurut kita malah terlalu seperti robot, BAIK BANGET, sehingga memberikan kesan karena sangking baiknya dia terpaksa jalanin aja date dengan Kirana. Dimensi personaliti Awan sangat sedikit terlihat.

WHAT WE ENJOYED

Yang Tim Retina sukai dari film ini adalah karakter kakak Kirana yang karakternya natural banget dan si nenek (Djenar Maesa Ayu) yang menarik and out of the box. Cara mereka berinteraksinya pun seperti yang bisa dilihat dari kehidupan sehari-hari. Dan soundtrack lagu “Pesan di Balik Awan” ini juga enak didengar.

SINEMATOGRAFI

Sinematografi “Pesan di Balik Awan” bagus, setiap scene terasa seperti foto-foto bagus di Instagram. Namun, transisi dari scene satu ke lain, mungkin karena sisi cerita kurang nge-flow, jadi terkesan sedikit kurang menggigit. Setiap adegan jadinya, bukannya larut dalam cerita, malah salah fokus untuk cari tahu tempatnya ada dimana. 

Namun, bila disandingkan ke beberapa film Indonesia lainnya, komposisi gambar dan tone warna film ini bisa dikatakan juara.

OVERALL SCORE

Nisa: 6/10

Mungkin yang cocok untuk nonton film ini anak-anak remaja yang suka kisah romantis ya. Karakter Adam kaya ga masuk akal, malah cenderung creepy. Justru karakter Kirana yang katanya ‘perfeksionis’ dan suka berencana, malah bisa seenaknya meninggalkan Awan ketika kencan. Karakternya jadi gak perfeksionis di mataku. Sementara karakter-karakter di luar tokoh utama yang cukup menghibur. Film ini paling bagus sinematografinya sih, bagus dan rapi.

Tiffany : 6.8/10

Interesting concept di jaman digital ini dimana pastinya pada susah mau cari pasangan ya, jadi mencari pasangan lewat balon could be seen as a fairytale yang didambakan oleh kaum-kaum hawa mostly, apalagi dapetnya Refal ya haha. Sayang saja, dari sisi chemistry, I didn’t get much feel from it! Nga klepek-klepek gitu on their dates. Both actors’ delivery fell short in conveying emotions for me. Dan ini membuat filmnya terasa lebih datar. But on soundtrack and cinematography, I think these two elements are well delivered 🙂

Regi: 7.5/10

Ketika menonton film Di Balik Awan ini, ngga terlalu terbawa suasana seperti film drama Indonesia lainnya. Benar-benar easy, dan cocok untuk orang-orang yang cuma sekedar butuh hiburan ringan saja. Memang ceritanya cenderung ‘berimajinasi’, karena sepertinya tidak semudah itu menemukan jodoh di dalam dunia nyata. Sisi perfeksionis dari Kirana sepertinya adalah salah satu poin konfliknya, tapi ternyata kakaknya sendiri juga selo aja. Jadi agak kurang mendukung gitu dari pemain lainnya. Sempat notice beberapa scene yang agak mustahil dilakukan di tahun 2021 ini, contohnya seperti ninggalin pasangan dating bersama neneknya. Ehm agak gimana gitu ya.. Tapi untuk hiburan biar imajinasi kita jalan, ini bagus kok!

So guys, what do you think? Comment below ya!

By Retina's writer

Meliput Dunia Perfilman Indonesia via Data Storytelling & Visualisation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *