Categories
Movie Reviews

Nussa (Movie Review): Melebihi Ekspektasi! Terobosan Baru Animasi Indonesia

Home » All Articles » Movie Reviews » Nussa (Movie Review): Melebihi Ekspektasi! Terobosan Baru Animasi Indonesia

Hai Retiners! Gimana kabarnya? Good news, bioskop sudah memperbolehkan anak-anak untuk ikut menonton yah! Eh, tapi jangan asal bawa anak masuk nonton film yang bukan untuk anak-anak ya. Harus film yang semua umur, supaya anak-anak juga nyaman di bioskop.

Ngomong-ngomong soal film anak, salah satu karya anak bangsa Indonesia baru saja mengeluarkan film animasi yang berjudul “Nussa”. Jarang-jarang ya film dalam negeri berbentuk animasi. Nah, makanya kita rekomen banget untuk Retiners memberikan support dengan menonton film ini di bioskop ya! Apalagi ini animasinya bagus sekali. Coba simak BTSnya di bawah ini!

Overall Rating

Secara overall, tim Retina suka sekalu dengan film Nussa ini. Filmnya gak cuma enak dilihat dimata saja, tapi ceritanya juga berkualitas dan tentunya memiliki value yang bagus untuk anak anak. Maka dari itu Retina Review sengaja mau membahasnya di sini.

Nisa: 8.9/10

filmnya bagus, walaupun ada beberapa karakter yang bikin aku bertanya-tanya, perannya apa sih dia? Misalnya tante Dewi, sebagai penonton aku berharap ada kejadian yang muncul di sekitar Tante Dewi. Tapi itu hanya detail kecil yang tidak merusak cerita. Yang paling membekas di hati adegan “kecoak” sih. Bikin kaget!

Widhy: 8.5/10

Sebagai orang dewasa yang menonton film ini discene awal terasa boring namun diakhir ceritanya cukup menyentuh dengan pengorbanan nussa. Overall film ini sangat cocok ditonton bareng keluarga bersama anak, filmnya edukatif tidak cuma untuk anak tapi orangtua juga. Disepanjang film orangtua nussa juga terlihat tau bagaimana memperlakukan seorang anak dengan baik ketika mood si anak naik turun.

Regi 8/10

Jujur film ini membosankan di awal karena ceritanya flat dan sudah menebak bagaimana ceritanya akan berakhir. Tapi ternyata film ini memiliki nilai yang bagus banget untuk anak-anak, terutama untuk belajar lebih bersyukur dengan situasi yang dimilikinya. Sayangnya, film ini lebih mengerucut ke kaum Islami. Padahal filmnya menarik sekali dan bisa ditujukan untuk semua orang. Dan mungkin jika kita orang dewasa yang menonton agak sedikit bingung dengan perpindahan ceritanya ketika dari lokasi A ke lokasi B,kurang smooth aja kesannya. Tapi untuk anak2 pasti mereka lebih berfokus pada gambar dan suaranya. Good job film Indonesia~!

[Spoiler Alert!]

Cerita

Source: Youtube Trailer Nussa

Ceritanya bagus dan tidak biasa! Menceritakan tentang seorang anak pintar bernama Nussa yang langganan menjadi juara sains dan menjadi kebanggaan sekolahnya dengan kemampuannya merakit roket. Yang spesial dari roketnya Nussa adalah roket tersebut dibuat dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak terpakai.

Selain pintar, Nussa memiliki dukungan dari orang-orang dekat di sekitarnya, seperti orangtua, adik, teman-teman, dan pemilik toko barang bekas yang senantiasa membantu Nussa mencarikan onderdil untuk roket buatannya. Hari-hari yang semula indah kemudian sedikit terganggu dengan munculnya anak baru, Jonni.

Jonni juga anak pintar yang gemar merakit roket. Hanya saja roket Jonni menggunakan teknologi yang lebih canggih. Hal ini membuat Nussa merasa minder dengan dirinya sendiri. Tidak hanya itu, rasa kecewapun juga datang karena ayah Nussa yang berjanji untuk pulang di awal bulan Ramadhan menunda kedatangannya karena ada urusan pekerjaan yang mendesak dan harus diselesaikan.

Secara karakter, latar belakang cerita yang diambil juga menarik. Nussa tinggal di lingkungan yang jauh dari kota dan tetangganya akrab satu sama lain. Nuansa Islami cukup kental terasa di film ini sebagai identitas para karakter, bukan untuk sedikit-sedikit berdakwah. Jadinya, film ini terasa dekat untuk beberapa orang.

Sekilas ceritanya mudah ditebak karena tokoh Nussa dengan roketnya. Tapi ternyata, film ini juga memberikan banyak pelajaran untuk menangani rasa kecewa karena ekspektasi dan ambisi yang dimiliki seorang anak yang masih belajar. Tidak hanya memberikan pelajaran bagi anak-anak, namun film ini juga berhasil membuat orang dewasa yang menonton merasa terharu, bahkan bisa juga meneteskan air mata. Sungguh di luar ekspektasi ceritanya!

Karakter

Source: Youtube Trailer Nussa

Karakter Nussa dibangun dengan keunikan: apabila dia adalah seorang anak penyandang disabilitas. Kaki kiri Nussa adalah kaki artifisial, yang memperlihatkan Nussa tidak bisa terlalu aktif untuk urusan fisik. Selama cerita berlangsung, kita bisa melihat Nussa yang berusaha belajar untuk menerima realita yang tidak berada di pihaknya dan tetap percaya diri dengan kemampuannya meskipun muncul saingan yang tampak lebih kuat.

Karakter-karakter di film Nussa tidak terkesan dibuat-buat, justru terasa saling support satu sama lain. Misalnya karakter Ibu yang pengertian dan sering menjadi penengah antara ayah dan anak meskipun sakit jika berada di posisi si ibu. Adiknya Nussa yang polos dan selalu memberikan dukungan kepada kakaknya. Jonni yang mencerminkan anak yang mirip dengan situasi sekarang, dimana orang tua super sibuk dan lebih dekat dengan bibi nya, namun memiliki rival yang baik, tidak sombong tapi juga bisa berteman dengan Nussa.

Gambar

Source: Youtube Trailer Nussa

Di awal cerita sempat berpikir kenapa gambarnya kurang mulus, namun ternyata di luar ekspektasi. Mungkin ini bukan film animasi Indonesia yang pertama, tapi tidak dipungkiri apabila ini bisa menjadi film animasi Indonesia terbaik. Karena selain dari segi cerita, gambar di animasi ini tidak kaku atau ketinggalan jaman. Gambarnya cenderung beragam dan bisa memperlihatkan karakter-karakter yang ada di filmnya secara maksimal.

Dari gambarnya, kita juga bisa melihat lingkungan tempat tinggal dan sekolah Nussa, yang sangat hijau dan ramah lingkungan. Beberapa detail juga hadir untuk menunjang cerita. Tentunya cocok untuk anak yang sudah paham dengan film, dan memiliki sisi positif yaitu memberikan insight atau pelajaran yang baik untuk perkembangan anak. 

Konklusi

So, nunggu apa lagi nih Retiners, ayuk bagi yang sudah punya anak-anak, direkomen banget yah untuk check Nussa out! Jika masi bimbang, check the trailer below!

By Retina's writer

Meliput Dunia Perfilman Indonesia via Data Storytelling & Visualisation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *