Categories
Movie Reviews

Love of Fate – Bertahan atau Selesai? (Movie Review)

Home » All Articles » Movie Reviews » Love of Fate – Bertahan atau Selesai? (Movie Review)

Hai Retiners, gimana kabar kalian semua? Akhirnya yaa kita bisa berjumpa lagi hihihi..

Tak terasa sudah mau akhir tahun saja. Dan kalau kita mengikuti ranah perfilman Indonesia, malah cukup banyak film yang muncul loh. Kebetulan, kali ini tim Retina ingin membahas salah satu film Indonesia yang ditayangkan di KlikFilm dan baru saja tayang pada tanggal 19 November 2021 kemarin. 

Film ini berjudul Love of Fate dengan durasi yang cukup singkat yaitu 69 menit, berhasil memberikan pesan tersirat yang memang baik untuk dipertimbangkan. Terutama untuk kalian yang sedang merencanakan sebuah pernikahan mungkin? hahaha.. 

Yak, sekarang waktunya kita mereview! Tapi sebelumnya, boleh lah ya kita memberikan Rating untuk film ini. Hehehe…

Overall Rating 7.5/10 

Film ini terbilang cukup ringan, tapi anehnya cukup emosional loh. Cocok untuk santai, tapi memang berujung terbawa sedikit emosi dari aktornya. Dari segi sinematografi lebih mengarah ke film lawas, berasa sedang nostalgia dengan masa kecil juga. Alur ceritanya juga tidak terlalu membingungkan kok, sedikit ada refresher dengan suasana perkampungan dan di pesisir pantai. Hmm, sedikit bertanya-tanya juga yah, kenapa ketika orang lagi pengen sendiri hawanya pengen ke pantai aja ? hahaha…

Kedua aktor utama berhasil menyalurkan emosi ke penonton, dan anehnya kok kita ikutan kesel waktu nonton. 

Tapi berhubung tim Retina Review belum pada menikah, film ini bisa juga jadi pertimbangan kita semua sebelum memutuskan untuk melangkah ke jenjang lebih lanjut juga!

Sinopsis Film: Love of Fate (Spoiler Alert!)

Love of Fate behasil membawa kita bernostalgia ke jaman dahulu, dimana ketika  orang tua memberikan sebuah petuah harus dituruti. Nisa (Febby Rastanti) adalah sesosok wanita yang merepresentasikan bahwa cinta itu harus diperjuangkan. Ia menyusul sang pacar yang telah dipindah tugaskan ke Wonosari hanya untuk mencari kepastian akan hubungannya yang telah dijalin selama 5 tahun ini. Memang perjalanannya menuju ke Wonosari tidak mudah, apalagi ditemani oleh Juna (Pradikta Wicaksono) yang bersikap dingin, tapi ternyata menyukai Nisa secara diam-diam.

Perjalanan Nisa menuju Wonosari mengalami banyak sekali halangan. Mulai dari mobil mogok, hingga harus menginap di rumah penduduk karena cuaca yang tidak mendukung. Dan lagi, Nisa sedang berdebat dengan dirinya sendiri. Ia Ragu untuk bertemu Adhit (Aksara Dena), sang pacar yang hingga detik ini belum memberikan kepastian akan kemanakah hubungan mereka. 

Details: Siapkah aku menikah dengan Dia?

Dalam film ini, tersirat beberapa hal yang bisa kita bahas. Terutama mengenai keyakinan diri sendiri untuk menikahi seseorang.

Satu quotes dari film ini yang cukup menarik : “Manusia kan emang miliknya Tuhan ya. Jadi dari Dia, ya kembalinya ke Dia. – Nisa

Perjuangan mencari kepastian

Jarang ya wanita mencari kepastian kepada lelaki? Namun berbeda dengan Nisa, seorang wanita yang berasal dari keluarga biasa. Sedang memperjuangkan dirinya untuk mengetahui, apakah yang akan terjadi pada hubungannya dengan Adhit sang pacar. Ia rela untuk datang ke Wonosari hanya untuk bertemu dengan pacarnya, dokter yang super sibuk sampai tidak ada waktu sama sekali untuk berbincang dengan dirinya. 

Mungkin untuk para wanita, bagaimana sih rasanya ketika kalian digantung di hubungan yang sudah terbilang cukup lama terjalin tapi tak tau kemana arahnya? Nah.. Itulah yang dirasakan oleh Nisa. Adhit hanya butuh waktu untuk menjalin hubungan yang serius dengan Nisa, namun berapa tahun yang dibutuhkanpun ia tak tau.. Orang tua Nisa yang selalu mempertanyakan bagaimana kondisi hubungan mereka, dan itulah yang membuat Nisa tertekan. Nisa pun melontarkan pertanyaan ke Adhit, sampai kapan ia harus berdrama di depan orang tuanya.

Yah begitulah Retiners, ketika kita mendapatkan pasangan yang cinta akan pekerjaannya. Resiko akan selalu ada, namun akan ada baiknya juga jika dikomunikasikan dengan baik kan?

Kalo udah ga cinta, ga usah dipaksain

“Yang perlu diperjuangin itu bukan cuma perasaan pasangan lo, tapi perasaan lo juga Nis. – Juna”

Ungkapan Juna ini membuat hati Nisa semakin galau. Ya bagaimana tidak? Nisa sudah ingin memutuskan hubungannya dengan Adhit yang makin lama makin kurang jelas ini. Dan lagi, Juna lah yang mengantarkan Nisa untuk bertemu dengan pacarnya. Ia juga melihat bagaimana perlakuan Adhit ketika bertemu dengan Nisa pasti berujung meneteskan air mata. Meski Juna tidak mengerti apa permasalahan mereka, ar least dia ada ketika Nisa sedang membutuhkan sesuatu. Memang tidak mudah untuk berpikir secara bijak ya kalau lagi galau. Apalagi dengan usia hubungan yang sudah terhitung lama. 

Mungkin dari kisah Nisa, kita belajar untuk bisa menghargai perasaan kita juga ya meskipun kita mencintai orang lain. Terkadang kita dibutakan oleh cinta yang selalu mengutamakan pasangan diatas kepentingan kita sendiri. Nantinya pasti kita akan merasa lelah, dan berujung pertikaian. Bisa kita simpulkan, komunikasi adalah kunci utama dari sebuah hubungan mungkin? Hihihi..

Emosi berujung dusta

Adhit yang mulanya jarang sekali kontak dengan Nisa, tiba-tiba memutuskan untuk melamar Nisa. Ia mengungkapkan bahwa ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Nisa. Tentu kedua orang tua Nisa kaget dan bahagia, serta dengan senang hati menerima lamaran dari Adhit. Berbeda dengan Nisa, tak ada sedikit rasa happy pun di raut mukanya. Memang terkadang perasaan tidak bisa dibohongi. Tapi Nisa tetap berusaha untuk mengikuti perkataan kedua orang tuanya, yaitu menikah dengan Adhit, yang sudah membantu keluarganya terbebas dari hutang. 

Baju pengantinpun dipilih. Ketika Adhit dimintai pendapat mengenai design yang dipilih oleh Nisa, Adhit harus menerima telpon karena sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan Nisa diberikan kebebasan untuk memilih baju pengantin yang ia suka. Ketika beju telah dipilih dan telah dicoba, Adhit kembali dengan raut muka yang tidak menyenangkan. Tentu dengan mudah Nisa menebaknya, bahwa pernikahan antara Adhit dengan Nisa tidak akan pernah terjadi. Adhit juga mengungkapkan, bahwa ia terbawa emosi ketika ia tau kalau Juna menaruh perasaan ke Nisa. Sulit ya, ketika kita terbawa emosi seperti yang dilakukan oleh Adhit berujung menyakitkan hati Nisa. Rasa sakit hati kembali muncul di benak Nisa. 

“Aku tidak pernah mengenal kata menyerah, aku tidak pernah mengenal kata lelah. Sampai hari ini, malam ini. -Nisa”

Meskipun tersakiti, tapi selalu ada

Awalnya kesal, sikap dingin Juna membuat Nisa semakin malas melihatnya. Namun seiring berjalannya waktu, Nisa merasakan bahwa mulai ada rasa dalam hatinya untuk Juna. Memang ketika Nisa berusaha untuk menemui Adhit, waktu banyak dihabiskan bersama Juna. Tak heran kalau mulai tumbuh bibit diantara mereka. 

Anehnya, ketika Juna meninggalkan Nisa pasti berujung Juna kembali muncul ke hadapan Nisa. Entah itu kebetulan, atau memang ada juga rasa dari hati Juna untuk selalu stand by dimanapun Nisa berada.

Apalagi setelah Nisa bertemu dengan Adhit, dimana air mata mengalir ketika Nisa keluar cafe. Tapi di luar cafe, Juna menunggu dan siap untuk mengantarkan nisa pulang. Apa iya itu yang dinamakan cinta? Atau memang cuma kebetulan saja?

—————————

Hayo! Kira-kira pernah ga terjadi hal serupa yang dialami oleh Nisa dan Juna di kehidupan kalian? Lalu bagaimana kalian menanggapi kejadian itu? 

Dan juga, jangan lupa tonton film Love of Fate! 

Tulis rating kalian juga di kolom comment yaa~

Boleh juga sharing di kolom comment kalau kalian pernah mengalami kejadian serupa 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.