Categories
Movie Reviews

Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan VS Imperfect The Series

Home » All Articles » Movie Reviews » Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan VS Imperfect The Series

Imperfect, salah satu film yang berhasil bikin remaja masa kini lebih berpikiran terbuka terkait dengan insecurity. Mulai dari yang remaja, bahkan yang sudah dewasapun terkagum dengan film hasil karya Ernest Prakasa dan istrinya, Meira Anastasia. Pasangan suami-istri ini mampu create film yang terkait dengan problem anak jaman sekarang, yaitu body shaming, beauty standard, dan insecurity.

Sebelumnya, apa sih yang ada di pikiran kalian kalau denger kata “Imperfect”? Bisa jadi beberapa dari kalian akan kepikiran bukunya, mungkin Meira Anastasia dan Ernest Prakasa, atau bahkan kalian teringat tentang insecure. Yes! Tenang aja, ga ada yang benar dan ga ada yang salah kok, it’s about points of you.

Sebelum melakukan review film, mari kita ulas sedikit awal mula dari film ini. Film Imperfect ini bermula ketika buku yang ditulis oleh Meira Anastasia diterbitkan (2018) dan dapat cukup banyak feedback baik dari pembacanya, sehingga pada tahun 2019 muncullah film Imperfect yang disutradarai oleh Ernest Prakasa dan pemerannya pun tak lain dan tak bukan adalah dirinya dan keluarganya sendiri. Tak berhenti disitu saja, sutradara dari film Cek Toko Sebelah ini juga membuat Imperfect The Series yang baru saja tayang pada bulan Januari 2021 dan berakhir pada bulan Februari 2021.

Eits, mungkin sekarang saatnya kita melakukan review dari antara dua film Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan , dan mungkin Imperfect The Series?

Imperfect: Karir, Cinta, dan Timbangan

In general, cerita dari film Imperfect punya banyak nilai positif yang mau disampaikan ke penontonnya. Salah satu quotes “Ubah Insekyur jadi Bersyukur” saja sudah memperlihatkan kalau film ini punya nilai yang sebenarnya ga perlu memikirkan perkataan orang lain jika merubah diri kita sendiri.

Rara (diperankan oleh Jessica Mila), dengan tampang yang bisa dibilang kumal, dan kurang terawat inilah yang mencerminkan anak jaman sekarang. Dimana perkataan orang lain lebih penting daripada mempehatikan diri sendiri. Beratnya, orang tua Rara juga memberikan tekanan tersendiri karena fisik Rara selalu dibandingkan dengan adiknya sendiri, Lulu (Yasmine Napper) yang bisa dibilang wajahnya lebih cantik terawat dan lebih menarik perhatian jauh ketimbang Rara.

Sebagai penonton, kita akan merasakan betapa tertekannya Rara hanya karena penampilannya. Tak cuma dirumah, di lingkungan pekerjaanpun sama hasilnya, intinya fisik adalah nomor satu. Hanya keluarga dari Dika (Reza Rahardian), pacar yang menerima Rara apa adanya, dan ibunya yang suka sekali bikinin masakan kesukaan Rara.

Tapi karena lingkungan yang menuntut Rara untuk berubah, dia memutuskan untuk mempercantik dirinya, hingga berdampak ke personality-nya. Rara yang dulunya supel, baik, dan sederhana berubah menjadi Rara yang selalu mementingkan penampilan. Iya, seperti bukan Rara. Ditinggal oleh pacar karena sifatnya yang berubahpun ada dalam film ini. Mirip banget ya sama realita jaman sekarang ?

Tenang, kita ga akan spill isi ceritanya disini kok, kalian boleh tonton langsung biar lebih dapet feeling nya.

Lalu, bagaimana dengan Imperfect The Series?

Berbeda dengan cerita di layar lebar, Imperfect The Series lebih membahas tentang empat perempuan yang tinggal dalam satu tempat tinggal dan menceritakan hal-hal yang biasanya terjadi di kos-kosan tersebut. Dibalik cerita series ini, banyak sekali keterkaitan antara alur cerita film dengan apa yang terjadi pada dunia nyata. Termasuk tentang maraknya virus yang beredar saat ini.

Disini ada beberapa value yang ingin disampaikan juga oleh penulis. Sebagai contoh saja adalah tentang keberagaman budaya. Empat perempuan ini memiliki agama dan kebiasaan yang berbeda, namun mereka bisa saling support satu sama lain, terutama ketika mereka lagi bokek.

Lucunya lagi, ketika Netty (Kiky Saputri) memiliki seorang pacar yang katanya artis itu lagi di posisi bucin maksimal. Pasti kalian paham ketika teman kalian lagi bucin sama pasangannya kan? Percaya atau engga, feeling dari sahabat bisa dibilang cukup akurat loh. Ketika Netty ga percaya kalau pacarnya punya pasangan lain, sahabatnya berusaha banget untuk membuktikannya. Kurang lebih mirip dengan kriteria anak jaman sekarang ya? Langsung ditonton deh, recommended juga kok! Nanti boleh banget dikomen kalau ada pendapat lain.

Jadi, bagus mana nih? The Movies atau The Series?

Menurut kami, keduanya sama bagusnya kok! Keduanya memiliki value positif masing-masing yang ingin disampaikan kepada penontonnya. Alur ceritanya disesuaikan dengan kondisi para remaja sekarang ini dan menyampaikan nilai yang sekiranya membuka pikiran para remaja untuk lebih menerapkan self love karena memang diri sendiri lebih berharga dibandingkan memikirkan perkataan orang lain. 

Tonton keduanya, dan jangan lupa leave comment tentang pendapat kalian dari kedua film ini ya! Happy watching~

By Retina's writer

Meliput Dunia Perfilman Indonesia via Data Storytelling & Visualisation

View Archive

Leave a Reply

Your email address will not be published.