Categories
Fun Fact

7 Momen yang Perlu Kita Ingat dari Film “Susi Susanti: Love All”

Home » All Articles » Fun Fact » 7 Momen yang Perlu Kita Ingat dari Film “Susi Susanti: Love All”

Masih di suasana olimpiade Tokyo 2020 kemarin, terutama di cabang olahraga bulu tangkis yang berhasil memperoleh medali emas oleh Greysia Polli dan Apriyani Rahayu, kali ini Retina Review juga ingin membahas seputar film terkait dengan cabang olahraga bulu tangkis. Pasti para Retiners udah tau dong film berjudul “Susi Susanti: Love All” yang tayang pada tahun 2019 lalu? Kali ini tim Retina Review ingin menyampaikan 7 momen yang perlu kita ingat dari film Susi Susanti ini.

Simak sekilas yuk moment-moment nya!

 1. Makna ganda “Love All”

Di awal film, Ayah dari Susi menceritakan makna ganda dibalik “Love All” yang dalam istilah bulu tangkis berarti “0-0”. Tapi bila dicerna maknanya, Love All berarti mencintai seluruhnya, mulai dari permainannya, pertandingannya, lawannya, juga kemampuan diri sendiri. Kalimat ini yang kemudian menjadi tema utama film Susi Susanti, yang terlihat dari hubungan Susi dengan rivalnya, rasa takutnya, hingga orang-orang disekitarnya.

2. Latihan Bulu Tangkis

Banyak yang nyeletuk, ”apa aku jadi atlet badminton aja ya?” pas pasangan ganda putri menang kemarin. Kalau kita melihat film ini, pasti langsung batal karena mereka latihan melulu! Dari yang gerakan awal dan itu-itu aja, sampai kita bisa lihat Susi Susanti ternyata juga mencatat dan menganalisa kesalahan dari setiap pertandingan yang pernah ia lakukan. Padahal boro-boro nyatet, abis bermain bulu tangkis, biasanya otak ingetnya makanan. Hehehe.

3. Setiap Susi berinteraksi dengan keluarganya

Seluruh keluarga Susi tampak memberikan dukungan yang sehat. Memang di awal cerita Ibu Susi tidak setuju jika ia jadi atlet bulu tangkis, tapi kemudian setelah beberapa moment yang membuktikan bahwa Susi berpotensi di olahraga bulu tangkis, kita bisa melihat Ibunya selalu menonton pertandingan putrinya dari siaran TV di rumah. Kakak laki-laki Susi juga menunjukkan dukungan kepada adiknya tanpa terlihat sikap iri. Tidak lupa peran penting sang ayah yang dapat menenangkan Susi ketika rasa gugup dan takut bisa tiba-tiba datang sebelum pertandingan.  

4. Tuntutan imej yang harus dijaga oleh Susi Susanti

Tidak seperti film-film olahraga lainnya, film Susi Susanti lebih memperlihatkan banyaknya permasalahan yang ada, salah satunya pandangan masyarakat kepada dirinya. Hal ini terlihat dari setiap adegan dia diwawancara. Mulai dari tekanan dan kritik yang diterima bila kalah, gosip yang muncul akibat dirinya pacaran, hingga pertanyaan tentang statusnya sebagai WNI ketika sedang bertanding.

5. Perkembangan hubungan duo atlet

Film ini gak melulu tentang bulu tangkis, tapi juga menceritakan bagaimana Susi bisa mengatur keseimbangan hidupnya. Diperlihatkan kisah cintanya yang tidak semulus bayangan orang-orang, tapi tidak juga drama karena mereka bisa belajar dari satu sama lain.

6. Masalah Ras

Isu ras yang diperlihatkan tidak hanya dari keadaan Susi Susanti dan keluarga, namun juga dialami oleh kedua pelatih Indonesia, Tong Sin Fu dan Liang Chiu Sia, yang juga kesulitan untuk mendapatkan status kewarganegaraannya. Di akhir cerita, para anggota Tim nasional pun juga diserang oleh beberapa warga Cina asli yang marah akibat kerusuhan di Indonesia. Masalah yang ada seputar ras ini perlu diingat karena yang menjadi korban adalah orang-orang yang tidak bersalah.

7. Adegan Para Pendukung

scene supporter Indonesia saling berpelukan di film Susi Susanti Love All

Kita dapat melihat kisah balik layar yang akhirnya membawa Susi Susanti meraih berbagai medali emas. Dimulai dari keseriusan pemerintah untuk membawa kembali pelatih terbaik Indonesia dari Cina, hingga dapat melatih pemain-pemain bulu tangkis Indonesia dengan baik. Selain itu, film ini juga merekam antusias para pendukung timnas Indonesia dengan baik.

Jadi menurut Retiners, ada lagi gak nih moment yang terlewat di film Susi Susanti ini? Komen di bawah aja ya! Dan untuk yang belum nonton film ini, kita rekomendasiin banget nih untuk menonton film ini nanti pas tanggal 17 Agustus, bisa streaming di Disney Channel!

By Retina's writer

Meliput Dunia Perfilman Indonesia via Data Storytelling & Visualisation

Leave a Reply

Your email address will not be published.